Investor Daily, Sabtu/Minggu 7-8 Desember 2013

     Gerakan Indonesia Kreatif yang dikoordinir oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif semakin terartikulasi dengan berbagai kegiatan di daerah. Gerakan tersebut juga semakin menemukan bentuk yang ideal dengan menetapkan dan mengusulkan beberapa kota kepada UNESCO sebagai kota kreatif di dunia. Kota yang telah diusulkan antara lain Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan.

     Kegiatan kreatif apapun bentuknya hingga menjadi ekonomi kreatif yang tangguh sebaiknya mendasarkan diri pada filosofi alamiah tentang kemampuan merakit pada embrio makhluk hidup setelah mengalami fertilisasi. Gen yang mengatur dan mengendalikan proses dan kemampuan merakit diri sejak sel telur hingga terus membelah diri menjadi bentuk dan performansi yang paripurna disebut sebagai gen-gen homeotik (homeotic genes). Pada diri manusia, gen tersebut terletak dibagian tengah kromosom 12, yang bisa dianalogikan sebagai proses kreativitas alamiah yang sangat menakjubkan dan merupakan gambaran akan kebesaran Tuhan.

      Proses homeotik pada gen kromosom 12 menggambarkan bagaimana setiap bagian anatomi tubuh terbentuk dan menerima perintah awal sehingga bisa berfungsi secara unik menjadi organ kehidupan seperti jantung, ginjal, otak, mata dan lain-lainnya. Filosofi Homeotik sebaiknya dijadikan landasan kebijakan untuk mengembangkan industri kreatif di negeri ini sehingga bermacam proses kreatif bisa membelah diri sesuai dengan karakter dan relevansinya masing-masing sehingga mampu memfasilitasi potensi lokal bahkan hiperlokal untuk bersaing secara global.  

      Untuk mengakselerasi Gerakan Indonesia Kreatif, pemerintah juga akan mendirikan lembaga pendidikan seni dan desain produk di berbagai daerah. Untuk jangka pendek diselenggarakan berbagai festival, work shop, talk show dan berbagai kompetisi di kampus-kampus yang selama ini sudah eksis.

      Program jangka pendek seperti itu contohnya adalah penyelenggaran Indonesia Digital Media Festival ( InDMF ) 2013 di Institut Teknologi Bandung (ITB ). Event InDMF 2013 menghadirkan pembicara antara lain Robert Gilby, Managing Director of The Walt Disney Company South East Asia, Prof Dr John dan Choi, CEO of Mark Any & Professor at Sangmyung University, Korea Selatan. Selain kegiatan seminar, InDMF juga dilengkapi dengan berbagai acara seperti workshop, talk show, exhibition & business connect, international conference dan acara RAIN Summit ( Radio & Internet Summit ).

      InDMF 2013 secara garis besar bertujuan mewujudkan homeotik Indonesia Kreatif sebagai gerakan budaya serta konsolidasi portofolio bisnis dan industri kreatif khususnya bidang Media Digital. Sehingga terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh dan mampu bersaing secara global.

      InDMF mengetengahkan berbagai bidang industri kreatif antara lain broadcasting technology, games, animasi, digital cinematography, desain grafis, dan industri new media di Indonesia. InDMF sekaligus memperkenalkan secara detail bentuk homeotik industri kreatif di negeri ini yang boleh dibilang cukup sukses dalam bidang industri penyiaran dan musik melalui transformasi radio ke era digital. Hal diatas bisa disimak dalam acara RAIN Summit yang merupakan bagian penting dari InDMF 2013. Bagi praktisi radio yang mampu menyuguhkan konten-konten seperti tersebut di atas, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dengan didukung sejumlah sponsor akan memberikan perhargaan dan hadiah materiil melalui ajang kreatifitas radio yakni Indonesia Digital Radio Award (INDRA).

      RAIN Summit 2013 menghadirkan produk teknologi dan beberapa aplikasi yang terkait dengan pengelolaan siaran berbasis TIK dan produk teknologi lain seperti Connected Car dan Advanced Research on Radio & Internet. Selama ini teknologi Radio 2.0 mampu mewujudkan homeotik karena telah “membelah diri” dalam konteks deseminasi teknologi yang ditujukan kepada entitas radio siaran di seluruh pelosok negeri ini. Diharapkan pemerintah memberikan dukungan konkrit agar proses membelah diri semakin cepat dan semakin banyak jumlah radio siaran yang bergabung, sehingga bisa merepresentatif seluruh wilayah Indonesia beserta aset budaya, potensi lokal dan pranata sosialnya.

      Penyelenggaraan RAIN Summit merupakan cara yang tepat untuk menumbuhkan kapasitas produksi konten digital dan menghadapi tantangan cyberspace cultural. Serta memperkenalkan perusahaan-perusahaan dan profesional  pionir di bidang media digital. Adapun tujuan spesifik adalah membangun komunikasi antara praktisi siaran dan internet di Indonesia. Kemudian menjadikan RAIN Summit Indonesia menuju kegiatan tingkat regional ASEAN atau benua Asia.

      Tujuan spesifik disinkronkan lebih lanjut dengan kebijakan konektivitas nasional yang tertuang dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Dimana konektivitas tidak hanya Fisik (Physical connectivity) dan Konektivitas Kelembagaan (Institutional Connectivity). Tetapi Konektivitas Sosial Budaya (People-to-People Connectivity) yang terdiri dari unsur budaya, potensi ekonomi lokal dan pariwisata bisa diakselerasi dan berkembang.

       Sistem ekonomi kreatif pada saat ini membutuhkan kemampuan berkolaborasi dan media digital yang memadai. Setiap proses kreatif dan produk kreatif sangat bergantung pada kehadiran Teknologi Informasi dan Komuniaksi (TIK) yang tepat. Pentingnya platform semacam Microsoft Unified Communications and Collaboration yang dikembangkan untuk memudahkan komunikasi pekerja industri kreatif. Pilar-Pilar Unified Communications dan Collaboration mampu menggeser hakekat pekerjaan dari suatu tempat menjadi suatu hasil. Berkarya dan berkreasi kini tidak lagi berada dalam ruang kerja yang terkungkung, tetapi dapat dilakukan di tempat yang berbeda, mulai di ruang yang berbeda hingga di negara yang berbeda. Berkat konvergensi TIK batasan geografis mulai hilang secara virtual.

       Untuk mewujudkan budaya kerja virtual bagi entitas industri kreatif di negeri ini diperlukan platform yang memiliki empat pilar utama. Pertama, pilar yang mampu menghadirkan solusi komunikasi yang terintegrasi yang dapat memudahkan akses komunikasi kapan saja dengan berbagai mekanisme komunikasi yang ada. Platform yang ekstensibel yang memungkinkan komunikasi yang ideal antara aplikasi lini bisnis. Kedua, bersifat “Empower Teams Through Workspaces” yakni pilar yang menghadirkan solusi workspace yang menghadirkan komunikasi team dalam bekerja secara terdistributif dan berkolaborasi bersama melalui ruang kerja virtual. Ketiga, bersifat “Connect People, Process, and Information” yakni pilar yang menghadirkan solusi akses informasi data industri kreatif. Keempat, bersifat “Enable Work Anywhere yakni pilar yang menekankan pada kebebasan ruang dalam bekerja. Setiap kegiatan bisnis dan aplikasi industri kreatif yang terkait dapat dikerjakan secara mobile.

 

*]  Chairman & Chief Innovation di Zamrud Technology, Alumnus UPS Toulouse Prancis. 

Share