Kiprah Staf Khusus Presiden selalu menarik perhatian publik dan tentu saja berimplikasi terhadap
Kasus Blue Energy dan padi Super Toy merupakan nuansa eufimisme pembangunan yang kontraproduktif dalam membangkitkan negeri. Betapa menyedihkan jika Presiden telah turun langsung mempromosikan kehebatan Blue Energy dan padi Super Toy kepada rakyat. Namun, hasilnya justru terbalik seratus delapan puluh derajat. Seperti ditunjukkan oleh para Petani di Desa Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang sangat kecewa dan kapok menanam padi jenis tersebut.
Tak bisa dimungkiri lagi bahwa Staf Khusus Presiden merupakan jabatan yang sangat bergengsi. Dengan demikian faktor integritas dan kompetensi menjadi sangat penting untuk mengisi jabatan tersebut. Sejarah telah menunjukkan bahwa para pemimpin pemerintahan maupun perusahaan multinasional senantiasa membutuhkan peran inner circle atau staf khusus untuk mengakselerasikan kebijakannya. Staf khusus
Tim Super itu memiliki sistem informasi yang sangat akurat dan real time. Biasanya mereka juga ditunjang oleh Expert System yang canggih untuk menyajikan data-data eksklusif. Dalam tataran korporasi raksasa di Amerika Serikat tim diatas biasa disebut dengan istilah skunk works. Merupakan staf khusus yang ditugaskan untuk mengembangkan proyek terobosan. Dalam sejarahnya metode Skunk works pertama diciptakan oleh Clarence Kelly Johnson dari Lockheed Aerospace Corporation. Proyek tersebut memiliki dua target yakni menciptakan pesawat jet pemburu Shooting Star dan memproduksinya secepat mungkin. Dalam waktu yang singkat tim Johnson yang terdiri dari 23 insinyur menjadi pejuang Amerika yang pertama terbang dengan kecepatan lebih dari 500 mil per jam. Pemerintah Amerika terus menggunakan istilah Skunk Works bagi tim nasional yang bertugas membuat berbagai terobosan.
Tampaknya, lain negara lain pula spesifikasi tentang staf khusus kepala pemerintahan. Namun, ada satu hal mendasar yang harus dijadikan rujukan, yakni faktor efektivitas dalam membantu tugas Presiden. Dimasa yang akan datang siapapun yang terpilih menjadi Presiden RI hendaknya menitik beratkan faktor efektivitas dalam membentuk staf khusus. Sehingga, para staf khusus tidak boleh menjalankan hidden agenda masing-masing. Staf Khusus Presiden hendaknya memahami betul konsep yang dikemukakan oleh pakar manajemen tersohor Peter Drucker. Yaitu pentingnya pemahaman mengenai efisiensi dan efektivitas dalam organisasi. Menurutnya efisiensi berarti “melakukan sesuatu dengan tepat” dan efektivitas berarti “melakukan sesuatu yang tepat”. Efisiensi merupakan kemampuan melakukan sesuatu dengan tepat yang merupakan konsep “input-output”. Seorang manajer yang efisien adalah seorang yang mencapai output, atau hasil yang diukur dengan input (tenaga kerja, material, dan waktu) yang dipergunakan. Manajer yang bertindak secara efisien mampu meminimalkan biaya sumber daya yang diperlukan. Efektivitas, sebaliknya, adalah memilih sasaran yang tepat. Seorang manajer yang memilih sasaran tidak tepat, misalnya mengutamakan memproduksi mobil besar ketika mobil berukuran kecil sedang melonjak adalah seorang manajer yang tidak efektif, walaupun mobil yang diproduksinya dengan efisiensi maksimum. Beberaapa tahun yang lalu para manajer di General Motors belajar tentang hal ini dengan cara yang harus dibayar sangat mahal. Ketika permintaan mobil yang hemat bakar, dan berukuran kecil naik di tahun 1970-an, GM mengabaikan persaingan yang diciptakan oleh Jepang dan Jerman, percaya bahwa kecenderungan itu adalah penyimpangan dan orang Amerika akan loyal pada mobil buatan Amerika, tidak akan terus membeli mobil asing. Sebagai konsekuensinya, mereka terus memproduksi mobil besar, dan boros bahan bakar. Dengan melakukan hal itu GM banyak kehilangan pangsa pasar daripada pesaing yang baru datang. Konklusinya, efisiensi sebanyak apa pun tidak dapat menutupi kekurangan dalam efektivitas.
Dalam konteks kasus Blue Energy dan padi Super Toy kiprah Heru Lelono sebagai Staf Khusus
*) CEO Zamrud Technology, Alumnus UPS Toulouse Perancis
Blog ini dibangun untuk merangkum serakan pemikiran penulis yang telah terbit di berbagai media masa maupun yang belum. Bila dirangkum, serakan pemikiran tersebut bermaksud mendorong sikap berdikari untuk membangkitkan negri dan menggambarkan perjalanan yang tidak terlalu rumit untuk menuju negeri harapan. Pada tahap awal, mayoritas pemikiran difokuskan dalam hal peranan Teknologi Informasi untuk perbaikan daya saing bangsa ("Nation Driven Information, Communication, and Broadcasting Technology")
Semua karya cipta, baik yang berupa tulisan maupun software dapat terealisasi terutama karena "Rahmat dari Allah SWT" serta dukungan dari rekan-rekan saya dari ZamrudTechnology, Crayonpedia, eDemocracy & Governance Institute, dan eBroadcasting Institute. Semoga membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.
Leave a reply