Kompas, Jawa Barat, 21 Februari 2008, Oleh : Hemat Dwi Nuryanto

Pilkada telah menimbulkan beragam harapan rakyat yang menyangkut sosok kepala daerah. Namun, eksistensi kepala daerah jangan sampai menjadi ?berhala? politik yang menjadi alat bagi-bagi kekuasaan dan kue pembangunan. Karakter kepala daerah menentukan akselerasi pembangunan dan daya saing kedepan. Karakter yang amat penting adalah tentang sense of detail atau kemampuannya tentang kerja detail yang disertai dengan kerendahan hati untuk memikul tanggung jawab. Kepala Daerah harusnya mampu memberikan contoh dan inspirasi kerja detail kepada seluruh jajaran yang dipimpinnya. Dalam tataran manajemen modern, alasan kunci tentang pentingnya sense of detail adalah untuk menetapkan milestones dengan baik lalu menjalankannya secara meyakinkan, cepat dan efisien. Visi dan Misi Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi termaju dan mitra terdepan ibu kota negara sulit terwujud jika kepala daerah tingkat satu dan dua kurang memiliki kemampuan kerja detail. Tersendat-sendatnya pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, baik skala besar maupun kecil lebih disebabkan ketidakmampuan dalam mengelaborasi kerja detail. Rencana pembangunan infrastruktur yang akan menjadi ikon kemajuan Jabar seperti Pelabuhan Internasional Cirebon, Bandara Kertajati, GOR Gedebage juga belum disertai konsep dan elaborasi kerja detail. Masih berupa proposal seadanya yang dibuat oleh pihak swasta.

Di dunia ini terdapat filosofi tentang kerja detail yang sangat bagus untuk diteladani. Filosofi kerja detail yang luar biasa dan sahih selama berabad-abad antara lain ditunjukkan oleh Michelangelo. Sebagai seorang maestro senirupa, arsitek, pemahat batu yang sekaligus pelukis pada jaman Renaisance, dia juga sangat piawai menampilkan objek nudity tubuh manusia secara detail. Karya fantastisnya seperti patung David, Pieta dan Fresko di Kapel Sistine menjadi mahakarya selama berabad-abad. Michelangelo bagaikan mesin CNC yang berkemampuan memotong material yang super keras menjadi bentuk-bentuk yang sangat fantastis. Material marmer tua di tangan Michleangelo bisa menjadi patung yang sangat anggun dan maskulin. Dalam konteks ilmu bahan pada saat ini, keahlihan Michelangelo bagaikan teori finite elemen model yang mampu melakukan treatmen terhadap grain direction atau bulir partikel dalam marmer. Pada 1500 penguasa Milan Italia memerintahkan para pemahat di

kota itu untuk membuat sebuah patung. Namun, semuanya angkat tangan akibat tingkat kekerasan material tersebut. Kemudian muncullah Michelangelo yang menyatakan kesanggupannya. Banyak pemahat lainnya yang mencibir Michelangelo. Penguasa sangat respek mendengar kesanggupan Michelangelo lalu memberikan mandat kepadanya untuk mengerjakan. Siang dan malam selama tiga tahun Michelangelo melakukan kerja detail mengerjakan batu itu. Akhirnya menyelesaikan patung yang sangat indah. Khalayak menanyakan kepada Michelangelo bagaimana ia mampu menciptakan patung David yang sangat fantastis itu. Dengan rendah hati, dirinya menjawab bahwa ia tidak menciptakan patung David. Patung itu sejak semula sudah berada di dalam batu itu. Saya hanya mencukil serpihan batu yang menutupi patung itu untuk mengeluarkan sosok David dari dalam. Itulah makna kerendahan hati dari seorang maestro dunia yang telah melakukan kerja detail secara paripurna.

Beberapa tesis menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur akan berdampak positip terhadap berbagai aspek kehidupan. Studi dari World Bank menyatakan bahwa elastisitas PDB (Produk Domestik Bruto) terhadap infrastruktur di suatu negara adalah antara 0,07 sampai dengan 0,44. Hal ini berarti dengan kenaikan satu persen saja ketersediaan infrastruktur akan menyebabkan pertumbuhan PDB sebesar 7 persen sampai dengan 44 persen, sebuah variasi angka yang sangat signifikan. Secara empiris jelas dapat ditarik kesimpulan bahwa pembangunan infrastruktur berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara makro dan mikro, serta perkembangan suatu negara atau wilayah. Pembangunan infrastruktur di Provinsi Jabar yang sedang lesu darah sebaiknya bercermin dari sejarah bangsa lain. Fakta sejarah pembangunan infrastruktur dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit telah ditunjukkan oleh Presiden Amerika Serikat Franklin D Roosevelt yang memerintah sejak 1933. Meskipun kedua kakinya lumpuh, Presiden itu mampu melakukan kerja detail untuk mengatasi Great Depression yang mencengkeram rakyat. Dengan cara menggenjot pembangunan infrastruktur lewat kebijakan yang bernama New Deal. Buah dari kerja detail Franklin D Roosevelt adalah terbangunnya berbagai infrastruktur dalam waktu yang cepat. Antara lain berhasil membangun 500 ribu mil jalan raya, 100 ribu jembatan ( termasuk jembatan

Golden Gate ), 600 pelabuhan udara dan sebagainya.

Disisi lain, pengembangan infrastruktur di Provinsi Jabar selama ini belum dikerjakan secara optimal. Bahkan terkesan tergopoh-gopoh lalu mencomot begitu saja sistem pembiayaan proyek infrastruktur dari pihak lain tanpa memperhatikan secara detail konstrain lokal. Selain itu lambatnya pengembangan infrastruktur disebabkan oleh salah urus, inkonsistensi regulasi, hingga tidak adanya kepastian tarif yang rasional untuk investor. Padahal, bisnis di sektor infrastruktur memerlukan payback period yang lebih panjang dalam mendapatkan revenue dibandingkan dengan usaha lain. Oleh sebab itu diperlukan treatment dan beberapa skema yang membuat investor lebih terjamin. Berbagai treatment dan skema pengembangan infrastruktur memerlukan perangkat monitoring dan visualisasi yang handal. Perangkat itu juga harus mampu melakukan pemetaan infrastruktur yang terintegrasi dalam sebuah sistem yang mudah terkontrol. Dibutuhkan Integrated Infrastructure Map dan Management Information System yang mampu memonitor infrastruktur baik yang sudah ada ( existing ) maupun yang sedang dalam pembangunan ( current ). Integrasi tersebut penting karena kebutuhan pembangunan infrastruktur masih terkesan tumpang tindih. Termasuk penentuan titik-titik kritis infrastruktur seperti ruas jalan yang rusak, konstruksi rel kereta api yang sudah lemah, armada angkutan yang sudah tua, dan lain-lain semuanya harus termonitor secara cepat dan akurat. Investor juga sangat membutuhkan kepastian regulasi, prioritas dan sequence pembangunan infrastruktur.

Pengembangan infrastruktur tidak cukup hanya dengan mengandalkan event yang temporer seperti Infrastructure Summit. Pada jaman teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat sekarang ini diperlukan Expert System untuk pengembangan infrastruktur yang bisa diakses sepanjang waktu tanpa hari libur. Expert System Infrastruktur sebaiknya segera dimiliki oleh pemerintah pusat maupun daerah guna mengelola infrastruktur yang existing, curennt, maupun yang baru dalam perencanaan. Secara umum sistem itu merupakan Integrated Infrastructure Map and Management Information System yang mengaplikasikan perkembangan Telematika terkini beserta teknologi GIS dan perangkat analisis data. Salah satu contoh dari Expert System yang cukup ideal pada saat ini adalah visualisasi rencana pengembangan infrastruktur kota Beijing. Yakni Beijing Municipality Planning Exhibition yang mampu menggambarkan secara detail kondisi kota itu hingga 25 tahun kedepan secara akurat dan konsisten. Expert System juga sangat membantu kerja detail dari berbagai pihak dan sangat berguna untuk memberikan kepastian dan jaminan terhadap investor.



Share